h1

Roh Allah dan Karyanya

07/05/2009

Untuk mengerti tentang asal mula Roh Allah atau yang kerap kali disebut Roh Kudus kita harus melihatnya dari awal penciptaan bumi ini dan Ketrinitasan yang dimiliki Allah.

Kejadian 1:1-3

(1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

(2) Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

3) Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Pada kitab “Kejadian 1:1-3” diceritakan awal mula penciptaan dimana ayat yang pertama menceritakan tentang keberadaan Allah, kemudian di ayat yang ke dua menceritakan tentang keberadaan Roh Allah dan ayat terakhir menceritakan kehadiran Firman Allah. Karna keberadaaan tiga figur ini dalam Alkitab maka sering kali kekristenan disebut sebagai agama yang mempunyai 3 Allah. Keadaan Trinitas tuhan inilah yang sering kali tidak dipahami oleh orang Kristen sendiri, padahal sebenarnya Trinitas (Allah yang Tritunggal) dan Kristologi sangatlah penting untuk dipahami karena merupakan dua dasar dogma kekristenan dan juga merupakan langkah awal untuk mengenal Tuhan Tritunggal itu sendiri. Simbol yang dapat memudahkan pengertian tentang Allah yang tritunggal adalah Salib dimana sifat kebapaan, anak, dan Roh kudus Allah hadir di dalam pertengahan dan maka Allah adalah tetap satu.

*Roh kudus mempunyai sifat yang parakletos(menghibur), memberitakan kebenaran, dapat membuat kita dapat berpikir dan bertindak dan selalu bekerja tidak sesuai dengan pikiran kita.

Roh kudus mulai dicurahkan kepada manusia pada hari pentakosta “Kis 2:1-13”. Pada hari tersebut juga, para penerima mendapatkan hak untuk memakai kuasanya, tentunya dengan tanggung jawab untuk menginjili dan membangun jemaat. Kuasa Roh Kudus dapat diartikan sebagai suatu karunia dan berbagai macam karunia itu meliputi menjadi rasul, nabi, pengajar, mengadakan mudjizat, menyembuhkan dan lain lain “1 korintus 12:28”.

  • Harus ditegaskan sekali lagi bahwa karunia ini diberikan untuk dua tujuan yaitu penginjilan dan pembangunan jemaat. Karunia- karunia ini juga tidak pernah diberikan untuk dipakai sesuka suka hati kita.

Karunia roh hanya dapat diukur dari buah buah roh yang dihasilkan oleh seseorang “Galatia 5:22-23”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: